PRA NIKAH, MENIKAH MENURUT ISLAM, SIMAK ULASAN BERIKUT INI

kaiu indonesia
PraNikah Adalah Persiapan Akan Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Menikah, Lalu Bagaimana Pengertian Menikah Menurut Islam, InsyaAllah Diulas Di Sini.

pranikah menurut islam, menikah menurut islam

Assalamu'alaykum sahabat ummiabi.com, buat kamu yang sedang hidup dalam pencarian, libatkanlah Allah dalam tiap usahamu mencari pemilik rindu itu. Karena jodoh pastinya tidak akan tertukar, begitu juga rindu pastinya akan bertamu, titiplah rindu itu dalam tiap do'a kamu. Dalam kesempatan ini saya ingin cerita tentang hal yang dilakukan ketika pra nikah dan bagaimana pandangan islam tentang anjuran untuk menikah. Namun sebelum itu saya akan membuka ulasan ini dengan keprihatinan.

Banyak sekali kajian pra nikah dan kelas kuliah tentang menikah yang digelar independen namun yang menghadirinya hampir sebagian besar para perempuan, mengapa demikian? Padahal menikah ini bukan berlangsung ketika walimah saja, atau bukan berlangsung saat akad terucap, melainkan menikah itu untuk sepanjang sisa hidup manusia. Maka seharusnya penting ilmu tentang menikah ini dipelajari oleh tiap orang, khususnya laki-laki. Sebabnya banyak laki-laki mungkin yang berpikiran belum terlalu penting untuk mempelajari ilmu tentang pernikahan, atau terlalu asing untuk mempelajari hal ini. Padahal tanggung jawab terbesar setelah menikah ada pada laki-laki, dosa yang diperbuat istri akan menjadi tanggung jawab seorang suami, begitu juga dosa yang diperbuat anak akan ditanggung ayahnya. Seharusnya dalam kajian pra nikah dan kelas tentang menikah lebih banyak diisi oleh para laki-laki mengingat hal demikian.

InsyaAllah saya tidak salah dalam menyampaikan apa yang saya ingat saat mengikuti kajian singkat tentang pernikahan oleh ust. Rudi Awan, jika pun ada yang salah ini murni kesalahan saya dalam menyampaikannya, mohon dimaafkan, pada Allah saya mohon ampun.

Baca Lagi : Pranikah Dalam Islam

PERSIAPAN PRA NIKAH

Ya pastinya materil juga perlu dipersiapkan, materil loh ya bukan material bahan bangunan. Saya pun berpikiran demikian awalnya, bahwa sebelum memulai menemukan calon pasangan harus mencukupkan materi untuk urusan yang akan dihadapi sebelum menikah. Dan ternyata pandangan demikian bisa dikatakan salah, namun bukan berarti tidak boleh dilakukan. Mencukupkan materil juga perlu dipersiapkan, tapi yang paling terpenting adalah 3 hal berikut ini.

Mempersiapkan Iman Sebelum Menikah

Banyak sekali di antara laki-laki atau pun perempuan yang memiliki ekspektasi terlalu tinggi untuk calon pasangan mereka kelak. Mereka ingin menikah dengan ustadz/ustadzah, namun siapkah mereka tiap hari dibangunkan untuk sholat malam, jika ingin menjadi pendamping hidup ustadz/ustadzah persiapkanlah menjadi orang yang pantas, bukan sekedar ekspektasi. Ada yang ingin mempunya pasangan yang hafidz Qur'an 30 juz sementara mereka dalam setahun saja belum tentu menyelesaikan bacaan Qur'an sampai 30 juz. Inilah mengapa mempersiapkan iman dengan amalan-amalan menjadi hal penting yang harus dilakukan sebelum menikah.

Mempersiapkan Ilmu Sebelum Menikah

Beberapa orang menganggap ilmu tentang pernikahan adalah hal asing untuk dipelajari, ada juga yang merasa malu untuk datang ke kajian ilmu pernikahan, padahal ilmu ini untuk seumur hidup mereka. Tidak sedikit yang berdalih, sudah cukuplah nasihat pra nikah yang sering dilakukan KUA ketika hendak menikah. Dan mereka mempercayakan pertemuan 3 atau 4 jam di KUA untuk masalah rumah tangga yang kelak bertahun-tahun lamanya. Ilmu pernikahan bukan soal bagaimana hak dan kewajiban suami kepada istri dan istri kepada suami, melainkan ilmu yang membahas tentang banyak hal yang meliputi ruang lingkup berumah-tangga, untuk menciptakan keluarga sakinah mawaddah warrahmah.

Mempersiapkan Skill Sebelum Menikah

Skill keahlian di sini bukan berarti ahli dalam suatu bidang tertentu melainkan ahli dalam menjadi peran suami bagi laki-laki dan istri bagi perempuan. Ini yang hampir tiap orang lupa, mengapa di tahun-tahun pertama seorang suami-istri masih mesra-mesranya, kemudian tahun-tahun berikutnya kemesraan mengendur karena pikir mereka usia merenggutnya. Padahal itu bukan menjadi alasan, usia tidak menjadi alasan suami-istri menjadi tak mesra lagi, skill inilah yang perlu dipersiapkan, memahami bagaimana fitrahnya seorang istri, dan memahami bagaimana fitrahnya seorang suami.

Secara garis besar 3 hal inilah yang sangat penting untuk dipersiapkan sebelum menikah, disamping mencukupkan materil. Iman, ilmu dan skill, maka saya akan melanjutkannya yang nantinya akan menjawab dengan sendirinya pertanyaan, bagaimana menikah menurut islam?

Baca Lagi: Artikel Persiapan Pra Nikah

pranikah menurut islam, menikah menurut islam

MENIKAH; MENGATASI MASALAH TANPA MASALAH

Eits, sebelum kamu mau protes setelah baca tajuknya yang memang mirip dengan tagline lembaga keuangan, tapi tunggu dulu bukankah menikah memang mengatasi masalah? Coba kamu bayangkan ada seorang laki-laki yang bingung ingin menikah atau lanjut S2 terlebih dahulu. Sudah dipastikan S2nya akan lama selesai di luar dari target, karena banyak hal yang mempengaruhinya, katakanlah terlalu santai belajar, tidak fokus, kurang motivasi dan lain sebagainya. Jika menikah kemudian lanjut S2, maka motivasi untuk cepat menyelesaikan S2 akan lebih tinggi dibandingkan dengan S2 masih sendiri, fokus ingin cepat selesai dan dapat pencapaian akademik terbaik, namun hal ini akan realistis tergantung seberapa besar upaya istri mendampingi sang suami dalam menamatkan studinya. Cukup ini aja pengandaiannya, mari masuk ke ulasan.

Baca Lagi: Pengertian Pranikah Menurut Islam

SEPARUH NASIB AGAMA, ADA DALAM PERNIKAHAN

Mungkin bisa dikatakan, sepenggal kutipan yang diadaptasi dari hadis ini selalu berhasil menjadi motivasi para jomblo fisabilillah untuk mempersiapkan diri mereka menjemput berkahnya sebuah pernikahan. Pasalnya amalan ibadah seorang jomblo berbeda kadarnya dengan amalan ibadah seorang yang sudah menikah. Sederhananya, bekerja adalah salah satu ibadah, bekerjanya seorang jomblo untuk menghidupi dirinya mencukupkan kebutuhannya kalah tinggi kadar amalannya dibandingkan seorang laki-laki bekerja untuk menghidupi keluarganya mencukupkan kebutuhan anak istrinya.

Baca Lagi: Pra Nikah di KUA

PERNIKAHAN ADALAH SEBAB TERBUKANYA PINTU REZEKI

Jika seseorang takut miskin setelah menikah, Allah sudah jamin kekayaan baginya. Sederhananya, jika sendiri dalam mengupayakan suatu hal maka pintu rizky itu untuk satu orang berbeda dengan mereka yang sudah menikah pastinya pintu rizky terbuka lebar bahkan dua pintu rizky karena sudah menikah. Tidak heran jika ada seseorang teman yang sudah bekeluarga dan kamu merasa usahamu lebih besar daripada teman tersebut, namun rizky kamu dicukupkan sampai di situ saja, maka niatlah untuk menikah, agar pintu rizky terbuka dari mana-mana arah.

Baca Lagi: Perjanjian Pra Nikah Menurut Islam

pranikah menurut islam, menikah menurut islam
MENIKAH MEMPERMUDAH, MENJAGA DIRI DAN MELINDUNGI DIRI

Seseorang yang sudah menikah cenderung akan lebih tenang hidupnya, lebih mudah menjalani hari-harinya ketika bekerja. Berbeda dengan mereka yang belum menikah, selalu dihantui nafsu yang menghujam nurani mereka, alhasil jika kalah dengan nafsu tersebut hari-harinya tak tenang. Dihantui rasa aib, ketakutan hubungan sosialnya dengan rekannya akan memburuk karena ketauan dan semacamnya. Namun jika berpikiran bahwa menikah tidak ada masalah itu pun menjadi sebuah kesalahan, tetap saja nikah pasti ada permasalahan rumah tangga yang akan dihadapi. Nikah Tetap Lebih Maslahat, Walau Tak Luput dari Masalah.

Baca Lagi: Apa Itu Pranikah

MASALAH SETELAH MENIKAH

Ujung dari permasalahan setelah menikah selalu saja sama, yaitu bercerai. Tidak bercerai mungkin belum tentu bahagia, bercerai pun tak selamanya mendatangkan kebahagiaan. Jika sudah pada ujung permasalahan cobalah diremind lagi apa keinginan dan kebenaran sebuah pernikahan, perlunya kesabaran dalam pernikahan agar keduanya satu niat menjalani pernikahan yaitu karena Allah semata bukan sebuah pelampiasan nafsu semata.

Paling umum perceraian terjadi karena komunikasi yang salah, inilah tadi persiapan skill berumah-tangga yang belum cukup. Keduanya terlalu ego untuk memaknai satu sama lain, sederhananya secara fitrah wanita menyukai verbal tutur kata, sedangkan laki-laki menyukai logika, namun kedua hal ini tidak dimengerti sehingga komunikasi menjadi tak nyaman, dan menyebabkan permasalahan.


Baca Lagi: Makalah Tentang Pranikah

MENIKAH BUKAN SEKADAR WALIMAHAN

Sebelum menikah mungkin ini menjadi sebuah renungan yang harus dijawab dengan kesiapan, karena menikah bukan sekadar walimahan mengundang kerabat untuk merayakan hari bahagia kamu. Namun ada perubahan tanggung jawab, porsi tanggung jawab kamu sebagai anak dari orang tua kamu mulai berkurang, kamu punya tanggung jawab yang baru. Menjadi seorang ayah dan juga menjadi seorang ibu. Ini yang beberapa orang melupakannya, lupa bahwa dirinya seorang ayah dan lupa bahwa dirinya seorang ibu. Seorang ayah yang mengeluh akan pemenuhan kewajiban nafkah istri dan anak lalu menuntut lebih, dan ibu yang sejatinya merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya lebih percayakan pendidikan anak ke orang lain. Menikah bukan hanya bermodal niat baik, nikah adalah peralihan tanggung jawab.

Baca Lagi: Isi Perjanjian Pranikah Menurut Islam

pranikah menurut islam, menikah menurut islam
MENIKAH HARUS SEKUFU/SEIMBANG

Ini yang sebagian orang keliru tentang makna seimbang, memaknainya terlalu ekstrem sehingga tidak lagi mempercayai nasihat-nasihat pernikahan secara syariat Islam. Menikah harus seimbang ini mengacuh pada makna, misalkan agama harus simbang, pendidikan harus seimbang, keluarga juga harus seimbang, jika tidak akan menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Coba bayangkan jika kamu menikah dengan seorang hafidz/hafidzah sementara kamu bacaan Qur'an hanya sewajarnya saja, kemudian hari-hari kamu setelah menikah akan dipenuhi dengan ajakan-ajakan murojaah, dan kamu merasa terganggu akan hal itu. Inilah mengapa penting seimbang, dari mulai agama, pendidikan, keluarga dan lainnya.


Baca Lagi: Pranikah Memilih Calon Pasangan Hidup

MEMILIH CALON PASANGAN SEBELUM MENIKAH

Memilih calon pasangan sebelum menikah sama halnya memikirkan bagaimana mendidik anak kamu kelak, ayah yang bagaimana dan ibu yang bagaimana yang akan menjadi orang tua dari anak kamu. Sudah jadi hal umum dan berkali-kali diingatkan oleh sabahat atau di beberapa artikel islami bahwa dalam memilih pasangan ada 4 kriteria harta, keturunan, kecantikan/ketampanan dan agama namun diantara 4 fokuslah pada agamanya. Yang demikian adalah kutipan hadisnya bukan berarti hadis tersebut hanya untuk laki-laki yang mencari wanita untuk dijadikan istrinya, begitu juga sebaliknya wanita yang padanya laki-laki datang sekiranya dapat diterapkan juga. Jangan asal ada, asal pilih, asal cinta, namun lihatlah dia siapa, dia dimana, dia bagaimana.


Baca Lagi: Pranikah Medical Check Up

BONUS ULASAN PRA NIKAH
  • Suami adalah Qowwam maka setidaknya qowwam pada tiga hal agar di kemudian hari tidak menjadi masalah. Qowwam ibadah, ilmu, dan nafkah.
  • Perempuan hamil akan butuh perhatian lebih dari suami, nah ngidam itu merupakan efek dari butuh perhatian suami.
  • Kekayaan Suami Adalah Harta Anak dan Istri | Kekayaan Istri Adalah Harta Istri | Kekayaan Anak Adalah Harta Anak | Suami Memberikan Kekayaan ke Istri adalah Nafkah dan Wajib, Istri Memberikan Kekayaannya ke Suami adalah Sedeqah
  • Menikah itu (1) Sebagai Partner Hidup (2) Berperan Sebagai Suami Istri (3) Sebagai Sahabat (4) Sebagai Ibu Bapak (5) Kasih Sayang

Saya akhiri ulasan singkat ini dengan sebuah kutipan yang saya dapat dari kajian pra nikah tersebut. "Hubungan Suami Istri Jangan Menuntut, Namun Introveksi Diri, Patutkah?"
AZ
Bagaimana dengan sahabat, apakah ada pengalaman tersendiri tentang pra-nikah ataupun setelah menikah?

0 komentar